Less talk, more code

The blog of Iskandar Soesman

Membuat Web Framework Sendiri Menggunakan Ruby

Belakangan saya sedang mencari tutorial membuat aplikasi web menggunakan bahasa pemrogramman Ruby namun tanpa framework apapun. Dari hasil pencarian di Google hasilnya kurang memuaskan. Sebagian besar tutorial mengajarkan menggunakan Rails. Tidak heran hasil pencarian menunjukan demikian mengingat Ruby on Rails adalah framework yang sangat populer. Rails ataupun framework yang lainnya adalah bagus. Namun ketika kita bisa membuat aplikasi dari dasar tanpa menggunakan framework apapun, akan lebih mudah untuk kemudian menggunakan framework manapun. Hal ini lah yang kemudian mendorong saya membuat tulisan ini.


Make Your web.py Python Framework more MVC Style

So its python time. Lets talk a bit about web.py. It is a extremely simple Python web developement framework. I show you the reason by creating some "Hello World" application below.


Panada 0.2.1 Telah Rilis

Hari ini (2011-02-20 08:11:20), secara resmi Panada versi 0.2.1 dirilis. Untuk mendownloadnya silahkan klik di sini. Selain melakukan perbaikan dari bug-bug yang ditemukan sebelumnya, beberapa fitur-fitur baru juga telah ditambahkan pada versi ini. Fitur baru ini antara lain:


Panada Benchmark

Sebagaimana yang umum dilakukan, salah satu unsur penilaian sebuah framework adalah performa kecepatan dalam melakukan suatu tugas. Walaupun bukan satu-satunya unsur penilaian untuk menyatakan bagus atau tidaknya sebuah framework, namun kecepatan bisa menggambarkan bagaimana sebuah framework bisa bekerja secara efisien.


Kenapa Panada?

Kenapa musti bikin Framework lagi kalau banyak Framework yang bagus-bagus? Kira-kira seperti itu pertanyaan yang muncul dari dalam diri saya sendiri, dan kurang-lebih, juga datang dari teman-taman sekitar. Diantara semua jawaban yang coba saya cari, mungkin satu jawaban yang paling mendasar adalah "masih kurang puas".


Configuring Nginx, MySQL and PHP with FastCGI (spawn-fcgi) On Ubuntu 9.10

As lots of blogs and tutorial wrote, Nginx (pronounced "engine x") is a high-performance HTTP server. The most great and important feature from Nginx is low resource consumption. So that, you can allocated your RAM Memory to other process such as MySQL or Memcached. This tutorial shows how you can install Nginx on an Ubuntu 9.10 server with PHP5 support through FastCGI (spawn-fcgi).


Integrasikan Single Sign On (SSO) Facebook Connect dengan Website Berbasis PHP

UPDATE: Semenjak Facebook meluncurkan Facebook Graph, yang menggunakan Oauth sebgai mekanisme otentifikasinya, Artikel ini sudah tidak relevan lagi. Untuk membaca lebih jauh tentang otentifikasi Facebook menggunakan Oauth 2.0 silahkan baca di link berikut developers.facebook.com/docs/api#authorization


Integrasi Single Sign On OpenID pada Website berbasis PHP

OpenID adalah sebuah layanan identitas terpusat yang memungkinkan seseorang cukup mempunyai satu identitas untuk bisa mengakses berbagai macam website. Dengan mengintegrasikan aplikasi ini akan memudahkan user yang akan login pada website kita karena ia hanya perlu cukup mengingat satu account saja. Hingga saat ini OpenID sudah di dukung oleh website-webiste besar seperti Google, Yahoo, Wordpress, VeriSign, AOL dll.


WordPress MU Latest Posts

This plugin get all latest post truly ordered by date or by posting modified date. How this plugin works are: First, get all posts in last 30 days (by default). Then, all this post transformed as array data. We use posting date as key array. After that, we short this array data and ordered by the key (date).


Membuat Comment Ajax

Hampir dari kita semua pasti telah memiliki account facebook. Pada situs jejaring sosial ini, apapun bisa kita komentari. Setiap kali ada teman ganti status kita bisa langsung beri komentar. Kalau ada teman yang baru ganti foto, kita bisa langsung beri komentar. Justru karena komentar-komentar inilah yang menjadikan kita kembali mengunjungi situs ini.